Di tengah hamparan wilayah Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, berdiri sebuah sumur migas yang memiliki nama unik dan penuh makna: Sumur Cantik. Namun, keistimewaan sumur milik PT Sele Raya Belida (SRB) ini tidak hanya terletak pada produksinya yang terus bertahan hingga hari ini, melainkan juga pada manfaat besar yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitarnya.
Bagi PT Sele Raya Belida, Sumur Cantik bukan sekadar sumber energi. Ia menjadi simbol harapan, keberkahan, dan komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.

Melalui dukungan SKK Migas, SRB secara konsisten menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pelestarian lingkungan hingga bantuan kemanusiaan.
Lahir dari Harapan, Bertahan Melampaui Prediksi
Field Superintendent PT Sele Raya Belida, Elvi Kurnia Hakim, mengisahkan bahwa Sumur Cantik mulai berproduksi pada tahun 2019 di wilayah kerja seluas sekitar 1,2 hektare di Desa Lembak.
Nama “Cantik” dipilih bukan tanpa alasan. Saat proses pengeboran dilakukan, seluruh tim memanjatkan doa agar sumur tersebut mampu menghasilkan migas dengan hasil yang “cantik” dan memberikan manfaat besar.
Harapan itu ternyata menjadi kenyataan.
Awalnya, umur produksi sumur diperkirakan hanya bertahan hingga tahun 2024. Namun hingga memasuki tahun 2026, Sumur Cantik masih tetap beroperasi dan memberikan kontribusi bagi sektor energi nasional.
“Alhamdulillah, yang tadinya diprediksi sampai 2024, sampai sekarang di 2026 Sumur Cantik masih tetap berproduksi,” ujar Elvi, kepada anggota Forum Jurnalis Migas Sumsel, Senin (8/6/2026) di area Lapangan Cantik
Saat ini, dari delapan sumur yang pernah beroperasi, tersisa satu sumur aktif yang masih mampu menghasilkan gas sekitar 1,3 juta Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD).
Meski pernah menghadapi tantangan eksplorasi di wilayah Desa Pagar Bulan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, keberhasilan Sumur Cantik membuat SRB tetap mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional.
Ketika Energi Menghadirkan Kehidupan

Keberadaan Sumur Cantik tidak hanya menghadirkan energi bagi Indonesia, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Public Relation PT Sele Raya Belida, Valentina, menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen memberdayakan masyarakat lokal dalam setiap aktivitas operasionalnya.
“Hampir 90 persen tenaga kerja yang kami serap berasal dari masyarakat lokal, baik tenaga kerja yang memiliki keterampilan maupun non-keterampilan,” ungkapnya.
Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui berbagai program CSR yang dijalankan sepanjang tahun 2025.
Menjaga Kesehatan Generasi Masa Depan
Di bidang kesehatan, SRB menggelar sunatan massal bagi 50 anak yang berasal dari 10 desa di Kecamatan Lembak dan Gelumbang.
Program ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan anak sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Desa penerima manfaat meliputi Desa Lembak, Tapus, Alai Selatan, Alai Induk, Sungai Duren, Melilian, Pedataran, Jambu, Midar, dan Karang Endah.
Tak hanya itu, SRB juga menyalurkan bantuan peralatan kesehatan untuk Poskesdes, mengadakan layanan pengobatan gratis, serta memberikan susu dan makanan tambahan bagi ibu hamil dan lanjut usia di Kabupaten Banyuasin.
Membangun Pendidikan yang Lebih Layak
Kesadaran bahwa pendidikan adalah investasi masa depan diwujudkan melalui rehabilitasi Gedung SD Negeri 12 Gelumbang di Desa Melilian.
SRB juga membantu peningkatan sarana dan prasarana PAUD Al-Barokah di Dusun II Desa Pagar Bulan, Kecamatan Rantau Bayur.
Melalui dukungan tersebut, perusahaan berharap anak-anak dapat belajar di lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan layak sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Infrastruktur yang Menjaga Aktivitas Warga
Di sektor infrastruktur, SRB membangun turap penahan tebing di sepanjang jalan raya Desa Tapus.
Keberadaan turap ini sangat penting untuk melindungi badan jalan dari ancaman abrasi sungai sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Perusahaan juga membangun fasilitas MCK pada gedung olahraga Desa Tapus sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana publik yang sehat dan memadai.
Menanam Harapan untuk Lingkungan
Komitmen terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan melalui program penghijauan bersama SKK Migas dengan penanaman bibit mangrove di Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II.
Program tersebut tidak hanya bertujuan mencegah abrasi pesisir, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.
Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan
Kepedulian SRB juga terlihat saat berbagai daerah dilanda bencana.
Melalui program bantuan kemanusiaan, perusahaan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Provinsi Aceh.
Langkah ini menjadi bukti bahwa tanggung jawab perusahaan tidak berhenti di wilayah operasional semata, tetapi juga menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan di berbagai daerah.
Energi yang Kembali Menjadi Manfaat
Sumur Cantik telah membuktikan bahwa industri migas tidak hanya berbicara tentang produksi energi dan angka-angka ekonomi. Di balik aliran gas yang mengalir dari perut bumi, terdapat cerita tentang anak-anak yang mendapatkan layanan kesehatan, sekolah yang menjadi lebih layak, infrastruktur yang lebih aman, lingkungan yang lebih hijau, serta masyarakat yang merasakan langsung manfaat keberadaan industri.
Dari Desa Lembak, Sumur Cantik terus mengalirkan energi bagi Indonesia. Dan melalui berbagai program sosialnya, manfaat dari energi itu kembali kepada masyarakat yang hidup berdampingan dengan sumber daya alam tersebut.
Karena bagi PT Sele Raya Belida, keberhasilan sejati bukan hanya ketika energi berhasil diproduksi, tetapi ketika kehadirannya mampu mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.(Epen Permata)












