Yusuf Malaya : Workshop Ini Langkah Positif Agar Bahasa Palembang Dikenal, Dipahami, dan Digunakan Gen Z

Ketua Umum PMPB Sumsel bapak M Yusuf Malaya berikan arahan dalam kegiatan Pelatihan Membaca Saritilawah Terjemahan Al-Qur’an Bebaso Palembang (foto : gS2)

GoSumsel – Upaya melestarikan bahasa dan budaya Palembang terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya melalui Workshop Pelatihan Membaca Saritilawah Terjemahan Al-Qur’an Bebaso Palembang yang resmi dibuka pada Selasa (9/6/2026) di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan penggunaan bahasa Palembang di tengah perkembangan zaman.

Ketua Pelaksana kegiatan yang juga penerima manfaat Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Zuhdiyah, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik.

Pembukaan Pelatihan Membaca Saritilawah Terjemahan Al-Qur’an Bebaso Palembang (foto : gS2)

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci sukses pelaksanaan workshop. Dinas Kebudayaan Kota Palembang telah memfasilitasi tempat dan kebutuhan pendukung kegiatan, sementara Dinas Pendidikan Kota Palembang memberikan rekomendasi peserta dari kalangan siswa dan guru.

Selain itu, dukungan juga diberikan oleh Ketua Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan yang membantu biaya transportasi peserta serta menyediakan uang pembinaan bagi para pemenang lomba Saritilawah Terjemahan Al-Qur’an Bebaso Palembang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pendidikan Kota Palembang yang telah memberikan rekomendasi kepada siswa dan guru sebagai peserta workshop, Dan terhusus Ketua PMPB Sumsel yang telah membantu biaya transportasi peserta dan uang pembinaan bagi pemenang lomba Saritilawah Terjemahan Al-Qur’an Bebaso Palembang,” ujar Zuhdiyah.

Sementara itu, Ketua PMPB Sumsel, M. Yusuf Malaya, mengapresiasi inisiatif Prof. Zuhdiyah dan seluruh panitia yang telah menggagas kegiatan tersebut. Ia menilai workshop ini memiliki nilai strategis dalam menjaga eksistensi bahasa Palembang sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda.

“Workshop ini merupakan langkah positif dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan bahasa Palembang agar tetap dikenal, dipahami, serta digunakan oleh generasi muda di masa mendatang,” kata Yusuf Malaya.

Usai membuka kegiatan, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Drs. Kgs. H. Sulaiman Amin, menyampaikan bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, bahasa daerah tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga identitas dan kekayaan budaya yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia berharap para peserta workshop dapat menjadi duta pelestarian bahasa Palembang dan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mewakili Wali Kota Palembang merasa sangat senang dan mengapresiasi terselenggaranya Workshop Pelatihan Membaca Saritilawah Terjemahan Al-Qur’an Bebaso Palembang. Kegiatan ini menjadi sarana penting dalam mewariskan bahasa dan budaya Palembang kepada generasi muda agar tetap lestari dan berkembang,” ujarnya.

“Semoga dengan Pelatihan Membaca Saritilawah Terjemahan Al-Qur’an Bebaso Palembang yang diharapkan mampu menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi,” harapnya.(gS2)