9 Hari Menjalani Perawatan, Jumiatun Korban Selamat Tabrakan Bus ALS di Muratara Menghembuskan Napas Terakhir

Jumiatun saat di bawak untuk menjalani perawatan (foto : gS3)

GoSumsel – Setelah menjalani perawatan kurang lebih sembilan hari, Jumiatun korban selamat dalam insiden tabrakan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara pada Rabu 6 Mei 2026 lalu menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang Jumat (15/5/2026) pagi.

Sebelumnya Jumiatun dirujuk dari RSUD Rupit ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk penanganan lebih lanjut pada Sabtu 9 Mei 2026 malam.

Jumiatun juga sudah dua kali dilakukan operasi untuk pengangkatan kulit mati akibat luka bakar yang hampir 90 persen disekujur tubuhnya.

Diketahui, Jumiatun dan suaminya Ngadiono merupakan dua dari tiga korban selamat dalam bus tabrakan bus ALS sementara Fahrul terlebih dahulu meninggal.

Kabar meninggalnya Jumiatun dibenarkan oleh Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto.

Jumiatun sempat kritis hingga akhirnya meninggal dunia dalam perawatan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

“Iya benar, korban kecelakaan bus ALS yang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang tadi pagi meninggal dunia,”kata dr Budi Susanto, Jumat (15/5/2026).

Rumah sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang bersama tim DVI Polda Sumsel dan DVI Mabes Polri akan menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses penanganan korban, termasuk hasil identifikasi jenazah, dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB.

Diberitakan sebelumnya, tabrakan Bus ALS dengan truk tangki BBM terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara pada Rabu 6 Mei.

Dalam lakalantas tersebut menyebabkan 16 orang dilaporkan tewas.