OKU  

Alami Kelainan Jantung Bawaan, Balita di Baturaja Timur Butuh Uluran Tangan Dermawan

Umar, balita yang mengalami kelainan jantung bawaan sejak lahir

GoSumsel – Buah hati pasangan Harki Mahali dan Anramerita, yang berusia 2 tahun (Balita), butuhkan uluran tangan para dermawan. Pasalnya, bocah berjenis kelamain laki – laki yang bernama Umar, menderita TGA, VSD Subpulmonalik, PDA, Unrestrictive PBF, PH atau kelainan jantung bawaan, yang membuat pertumbuhannya terhambat.

Menurut Ibunda Umar, anaknya menderita penyakit tersebut dari sejak lahir, berat badan Umar sulit sekali untuk naik, satu bulan hanya naik 2 ons, dan kalau lagi menyusu sering berhenti dan ngos-ngosan.

“Sejak tahun 2018 lalu, Umar menjalani tindakan pengobatan kateterisasi penegakan diagnosa, dan mau masuk ke tahapan operasi,” terang Anramerita (32), warga jalan Dr moh hatta, kec Baturaja timur. Lorong binjai no. 686-39 kepada awak media, Minggu (19/7)

Di usia 8 bulan, bibir dan kuku Umar mulai membiru, menyadari hal tersebut Anra melakukan pemeriksaan ke dokter anak perihal keadaan anaknya. Barulah kemudian, dirinya mendapatkan informasi bahwa anaknya ada kelainan jantung bawaan.

Anra menceritakan, Umar dirujuk ke Palembang untuk pemeriksaan selanjutnya. Setelah sampai di Palembang, mereka mendapatkan kabar bahwa Umar harus segera dirujuk ke Jakarta secepatnya untuk mendapatkan tindakan operasi.

“Saat ini kondisi Umar, sering sesak nafas, bibir dan kuku biru, saturasi oksigen sudah dibawah 60 %,” jelas Ibu Rumah Tangga itu.

“PH (tekanan paru-paru) nya sudah sangat tinggi dan harus segera dilakukan tindakan operasi agar penyakit ini tidak semakin parah,” ungkapnya.

“Jika tidak mendapatkan tindakan tersebut dalam waktu dekat akan berakibat pada PH nya akan permanen dan malah tidak bisa dilakukan tindakan operasi,” sambungnya.

Anra mengungkapkan bahwa saat ini biaya yang dibutuhkan sebesar Rp.150.000.000, Biaya itu digunakan untuk transportasi PP Jakarta, pemberkasan pra operasi (cek lab, cek THT dan gigi, CT scan).

Selain itu untuk akomodasi tempat tinggal, akomodasi pasca operasi kontrol bulanan ke Jakarta, kontrol bulanan ke Palembang, nutrisi serta obat-obatan penting yang tidak ditanggung BPJS, dan lain sebagainya.

“Saat ini untuk berobat Umar, kami mengandalkan biaya dari hasil donasi teman dan kerabat,” ujarnya.

Anra berharap kalau ada dermawan terketuk hatinya mau mengulurkan bantuan biaya pengobatan bayinya, dan bisa melakukan donasi langsung ke ayah Umar melalui Bank Syariah Mandiri No. Rek. 7026823158 a. n Harki Mahali, atau bisa komunikasi langsung ke ibunda bayi di nomor wa 082177919759 atas nama Anramerita.

“Saya berharap pemerintah juga bisa membantu Umar berjuang untuk sembuh, setidaknya buat berobat karena ada beberapa item pengobatan yang sifatnya tidak dicover oleh BPJS, penggunaan biaya transportasi dan akomodasi kontrol bulanan ke Palembang dan Jakarta,” tutupnya.(gS/riil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *