OKU  

Antisipasi Force Majeure, Dinas Pertanian OKU Sarankan Petani Asuransikan Tanamanya

Para petani, sedang menggarap lahan sawah (ilustrasi net)

GoSumsel– Ditengah pandemi Virus Corona (Covid-19), serta bencana alam banjir, dan tanah longsor yang kerap menimpa beberapa wilayah di kabupaten OKU, hal ini membuat terbatasnya ruang gerak masyarakat, keterbatasan ini juga dirasakan oleh para petani, yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Untuk mengurangi kekhawatiran para petani, Dinas Pertanian OKU memberikan himbauan, kepada para petani untuk beraktivitas seperti biasa, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan, yaitu degan menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Kami juga (Dinas Pertanian) memberikan bantuan benih dan saprodi utuk petani tanaman pangan dan petani hortikultura,” ucap Kepala Dinas Pertanian OKU Joni Saihu saat memberikan keterangan saat diwawancarai melui pesan WhatsAppnya, Senin (11/5).

Lebih lanjut Joni menjelaskan, Intinya program dan kegiatan baik, dari pusat maupun dari APBD tetap berjalan. Dinas pertanian juga menghimbau petani, untuk mempercepat pengolahan lahan, baik lahan sawah maupun lahan kering, segera melakukan penanaman kembali untuk mengantisifasi apabila pandemi Corona terus berlanjut.

“Pada para petani agar menyimpan hasil panen padi, sehingga tidak akan terjadi kekurangan beras apabila pandemi masih berlanjut,” sambungnya.

Untuk petani yangg kekurangan modal Dinas Pertanian OKU memfasilitasi para petani ke bank untuk mengajukan KUR (kredit usaha rakyat).

“Usaha petani padi kami anjurkan utk diasuransikan untuk, mengantisifasi apabila terjadi bencana baik bencana alam (force majeure)”,terang Kadin

“Maupun karena serangan hama penyakit,” sambungnya

Untuk mengantisipasi dampak Corona dan bencana alam Dinas Pertanian Kabupaten OKI juga mengajukan asuransi ke Jasindo.

“Perhektar hanya membayar Rp36000, dan apabila terjadi kegagalan akan dibayar 6 juta”, pungkasnya.(syah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *