GoSumsel – Saat menyerahkan diri, kepada petugas Unit I Subdit III Jatanras Polda Sumsel, Suryadi (29) pelaku pembunuhan pamannya Muhammad Yusuf (51) di kebun kelapa Desa Teluk Payo, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, mengungkapkan kronologis kejadian.
Dikatakan Suryadi bahwa pamannya, memang tinggal dirumahnya, karena telah dianggap seperti orang tua sendiri, maka dirinya mengizinkan.
“Waktu tinggal di rumah, dia (korban, red) sering melecehkan istri aku,”jelas Suryadi saat menjalani pemeriksaan di ruang Unit I Jatanras Polda Sumsel Senin (20/1).
Kejadian pertama korban memeluk istrinya, dijelaskan Suryadi, terjadi sekitar dua tahun lalu dan didiamkan oleh Suryadi, dengan harapan korban tidak lagi mengulangi perbuatannya.
“Seminggu tinggal samo kami, dia (korban,red) tidak mau bekerja, itulah yang buat aku curiga katanya dia mau tinggal dirumah aku mau mencarikan anak yang ado di Palembang untuk bekerja ngupas kelapa,”katanya.
Tetapi yang buat janggal jelasnya, korban justru menyuruhnya keluar dari rumah yang membuat kecurigaan Suryadi bertambah.
Suryadi juga menceritakan kornologis pembunuhan, yang manakejadian pembunuhan terjadi diluar rumah saat keduanya sedang berada dikebun kelapa.
“Saat itu aku baru selesai membersihkan rumput dengan parang tempat tembuni anak aku ditanam, setelah selesai membersihkan rumput parang itu aku tancapkan dipohon kelapa. Waktu korban datang nak ngambek parang mau bacok aku, tapi berhasil aku rebut. Langsung ku kapak ke muko nyo sekali dan kakinyo sekali kalau idak aku rebut aku yang mati,”ceritanya dihadapan petugas.
Setelah membacok korban, parang yang digunakan dibuangnya ke sungai dan ia pun diantar keluarganya menyerahkan diri ke Polda Sumsel.
Sementara, Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi membenarkan adanya laporan keluarga korban. Jenazah korban sudah berada di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel.
“Keterang terduga pelaku sudah kita terima, dan anggota sedang mengecek lokasi dan periksa para saksi. Korban tewas dengan luka bacok di wajah, paha hingga lutut,”terang Kompol Suryadi.(gS3)













