GoSumsel – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fadia Arafiq diamankan KPK bersama orang kepercayaannya dan ajudannya di Semarang.
“Ya KPK melakukan OTT di wilayah Semarang, tiga orang diamankan,”terang Jubir KPK Budi Prasetyo kepada awak media, Selasa (3/3/2026) di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta.
Ketiganya jelas Budi, usai ditangkap langsung dibawah kek Jakarta, untuk diperiksa, di gedung Merah Putih
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT. Saat ini, para pihak diamankan masih berstatus sebagai terperiksa.
Waketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia prihatin lantaran Fadia Arafiq terjerat operasi tangkap tangan KPK. Golkar meminta seluruh kepala daerah mengambil pelajaran dari rentetan kasus OTT yang belakangan terjadi
“Tentu kami sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Seharusnya setelah rentetan beberapa kali banyaknya kepala daerah yang terkena OTT dalam beberapa bulan terakhir ini, para kepala daerah itu dapat mengambil pelajaran, harus lebih berhati-hati dan tidak lagi mengambil kebijakan yang berpotensi melanggar hukum,” kata Doli kepada wartawan, Selasa (3/3).
Doli menyesalkan Fadia Arafiq sebagai kader Golkar terjerat OTT tersebut. Doli mengatakan Golkar selalu mengingatkan kader untuk berhati-hati dan memegang amanah rakyat dengan baik.
“Apalagi Bupati Pekalongan adalah kader dan pimpinan Partai Golkar, tentu kami sangat kecewa. Karena dalam berbagai kesempatan, kami juga selalu mengingatkan kepada seluruh jajaran partai, baik yang ada di legislatif dan eksekutif, terutama di daerah harus berhati-hati. Fokus jalankan amanah rakyat dengan baik dan selenggarakan pemerintahan yang bersih,” ucapnya.(Epen Permata)













