Lapas Perempuan Palembang Optimistis Raih Predikat WBBM 2026 Usai Tampil Maksimal di Hadapan TPI

Lapas Perempuan Palembang mengikuti Kegiatan evaluasi yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom (foto : yns)

GoSumsel – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palembang menunjukkan kesiapan dan komitmen kuat dalam pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) saat mengikuti Desk Evaluasi bersama Tim Penilai Internal (TPI) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (11/5/2026).

Kegiatan evaluasi yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom itu berlangsung penuh semangat. Acara diawali dengan perkenalan jajaran pimpinan, Ketua Zona Integritas (ZI), serta seluruh tim kelompok kerja, kemudian dilanjutkan dengan yel-yel WBBM sebagai simbol komitmen membangun birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pelayanan.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, memaparkan berbagai capaian pembangunan Zona Integritas, strategi peningkatan pelayanan publik, hingga sejumlah inovasi unggulan yang telah diterapkan untuk mendukung terwujudnya predikat WBBM.

Usai pemaparan, Tim Penilai Internal diajak melakukan verifikasi lapangan secara virtual yang dipandu Kasubsi Bimker dan Lohasker, Yocke Mella. Dalam sesi live tour tersebut, tim penilai meninjau langsung berbagai fasilitas layanan serta program pembinaan warga binaan.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah kegiatan pembinaan kemandirian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Teras Cafe dan Galeri Le Panile. Tim TPI menyaksikan langsung proses pembuatan roti oleh warga binaan yang didampingi petugas, sekaligus melihat berbagai penghargaan yang telah diraih Lapas Perempuan Palembang.

Tidak hanya itu, TPI juga meninjau berbagai fasilitas publik, mulai dari area parkir gratis bagi pengunjung, ruang layanan informasi dan pengaduan, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), area hidroponik, ruang kunjungan dengan fasilitas ruang laktasi dan tempat bermain anak, mushola, spot UMKM, hingga Wartelsuspas.

Verifikasi kemudian berlanjut ke dapur higienis, klinik kesehatan, ruang pembinaan kemandirian, serta ruang pembinaan kepribadian yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan di lingkungan lapas.

Dalam sesi diskusi dan pendalaman enam area perubahan pembangunan Zona Integritas, seluruh pertanyaan dari Tim Penilai Internal dapat dijawab dengan baik oleh tim Zona Integritas Lapas Perempuan Palembang.

Kepala Lapas, Desi Andriyani, menegaskan bahwa seluruh jajaran terus berupaya membangun budaya kerja yang profesional, bersih, dan melayani.

“Evaluasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga integritas. Kami optimistis mampu meraih predikat WBBM tahun 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Zona Integritas, Rosliani Pulungan, menyebut keberhasilan pembangunan Zona Integritas merupakan hasil kerja sama seluruh pegawai yang konsisten menghadirkan perubahan positif di lingkungan kerja.

Tim Penilai Internal pun memberikan apresiasi atas kesiapan, inovasi, serta komitmen yang ditunjukkan selama proses evaluasi berlangsung. Mereka menilai berbagai inovasi yang dihadirkan cukup implementatif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun warga binaan.

Dengan hasil evaluasi tersebut, Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang semakin optimistis melangkah menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026.(yns)