GoSumsel – Di tengah perlambatan ekonomi global, sektor properti, real estat dan konstruksi Indonesia termasuk yang tangguh, tahan banting, dan makin kompetitif. Sepanjang 2018-2022 kontribusi dari sektor ini setiap tahunnya mencapai Rp2.300-2.800 triliun, 16 persen dari PDB ekonomi kita. Ini besar sekali.
Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo saat Membuka Munas Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) XVII di Jakarta, kemarin.
“Selain kontribusi dari sisi ekonomi, sektor properti, real estat, dan konstruksi juga melibatkan banyak tenaga kerja dalam perputaran ekonominya, yakni mencapai 13-19 juta orang,”ucap Presiden dalam akun medsosnya yang dilansir, Kamis (10/8).
Sektor properti, real estat, dan konstruksi juga dapat memberikan efek berganda kepada 185 subsektor industri lainnya, dari bahan bangunan seperti semen, besi, batu bata, hingga furnitur, elektronik, dan peralatan rumah tangga.
“Saat ini peluang sektor properti di Indonesia masih sangat besar karena pertumbuhan keluarga baru mencapai 700-800 ribu per tahunnya, dan backlog kepemilikan rumah di Indonesia masih 12,1 juta,”terangnya.
Selain itu, kinerja ekonomi secara nasional juga masih baik, tumbuh stabil di atas 5 persen.
Seiring waktu, perkembangan REI sungguh-sungguh pesat, dari 300 perusahaan pada tahun 1972 menjadi 6.400 perusahaan saat ini. REI juga mengakomodasi perusahaan-perusahaan dari skala kecil hingga besar.
“Saya meminta REI untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah dan membantu rakyat kecil untuk memiliki hunian yang sehat dan layak,”tandasnya.(gS1)












