GoSumsel – Sidang Senat Khusus Terbuka Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Energi dan Lingkungan Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Prof Dr Ir Rusdianasari, M. Si. Jum’at (17/9) di Graha Polsri Pendidikan.
Direktur Polsri Dr Ing Ahmad Taqwa MT mengungkapkan rasa syukur kegiatan pengukuhan guru besar berjalan lancar.
“Alhamdulillah, tadi disampaikan hari ini, hari Jum’at yang baik, niat yang baik dan insya Allah menjadi bagian didalam kita membangun provinsi ini, melalui pendidikan politeknik, melalui pendidikan pokasi, yang tugasnya yang masuk dunia terapan,”ungkapnya.
“Kita mengeluarkan guru besar dibidang energi dan lingkungan keilmuan bidang energi dan lingkungan, ini adalah bagian yang menjadikan tantangan pada saat ini. Bahwa kita menuju suatu era revolusi industri for in jero bahkan masuk lagi menuju teknologi lanjutan. Ini tidak luput dari bagaimana sebuah energi yang ada didalamnya,” beber Ahmad Taqwa lebih lanjut.
Bagaimana kita menjaga lingkungan itu pesan dan amanat kita, kepada ibu profesor dalam mengawal masyarakat mengawal anak didik untuk memperhatikan bahwa point terbesar dalam kita membangum bangsa ini salah satunya adalah energi.
“Persiapan bagaimana energi terbarukan yang dihasilkan lagi, itu yang perlu masyarakat ketahui,” jelasnya.
Dirinya berbangga Polsri mendapat amanah untuk menjalankan pendidikan majister dan juga Doktor terapan.
Dengan adanya guru besar, Polsri memenuhi segenap persyaratannya untuk buka pendidikan Doktor terapan.
“Insya Allah dalam waktu dekat segera ada beberapa profesor profesor lagi yang akan memperkuat kegiatan belajar mengajar di Polsri,”ucapanya.
Pengalaman Prof Dr Ir Rusdianasari, M, Si sampai meraih gelar
Prof Dr Ir Rusdianasari, M, Si mengungkapkan rasanya senang dan terharu, karena tercapai diposisi ini. Menurutnya, butuh perjuangan yang panjang, hampir 2 tahun mempersiapkan, kemudian setelah berkas terkirim masih harus menunggu sampai setengah tahun.
“Semoga langkah yang saya ambil ini, bisa dikuti oleh teman teman lain. Untuk penelitian yang saya tampilkan tadi sejak saya kuliah S3 sampai ditahun ini. Jadi, yang saya lakukan itu hampir setiap tahun kita meneliti,” jelas Rusdianasari.
Metode elektropopulasi jelasnya, telah dilakukannya sewaktu menempuh pendidikan S3, dan karena sekarang saya diprodinya energi terbarukan jadi penelitian saya harus koordinasikan antara metode elektropolusi dengan energi terbarukan.
“Limbah kita olah dengan metode elektropolusi, untuk menghasilkan zat hitrogen zat ramah lingkungan. Penelitian ini sudah dari 2012 awalnya sampai tahun 2021 ini,” pungkasnya. (Akip)












