GoSumsel – Kepemimpinan M Yusuf Malaya dinilai berhasil membawa perubahan besar bagi Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan, bahkan memberi pengaruh positif terhadap perkembangan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sumsel secara umum.
Penilaian tersebut disampaikan Kepala Bidang Ormas Kesbangpol Provinsi Sumatera Selatan, Irwan Ridwan saat menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan bertema “Dengan Semangat Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Reformasi Kita Tingkatkan Silaturahmi dan Wujudkan Koalisi Antar Ormas se-Kota Palembang” yang digelar di Hotel Swarna Dwipa, Rabu (20/5/2026) melalui kerjasama Intelkam Polda Sumsel dengan PMPB Sumsel.

Menurut Irwan, PMPB saat ini mengalami perubahan yang sangat signifikan dibanding sebelumnya. Di bawah kepemimpinan Yusuf Malaya, PMPB dinilai semakin modern dengan hadirnya banyak kalangan profesional dan akademisi di dalam tubuh organisasi.
“Dulu PMPB dikenal keras dan anggotanya cukup temperamental. Sekarang berbeda, banyak diisi profesor, akademisi, dan terasa seperti organisasi cendekiawan. Yang paling penting, PMPB juga aktif melakukan aksi nyata membantu masyarakat,” ungkap Irwan.
Ia juga menilai gagasan koalisi antarormas yang diinisiasi Yusuf Malaya merupakan langkah strategis untuk menjaga keamanan, persatuan, dan kondusivitas di Sumatera Selatan.
Sementara itu, akademisi sekaligus dosen Unisa, Zulfikar, menegaskan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi refleksi penting bagi ormas agar terus berkembang menjadi organisasi modern yang mampu menjadi alat pemersatu bangsa.

“Momentum Kebangkitan Nasional mengajarkan pentingnya organisasi modern sebagai alat pemersatu masyarakat,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Yusuf Malaya menekankan bahwa silaturahmi antarormas merupakan langkah penting untuk memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, dan menyatukan pandangan demi terciptanya Sumsel yang aman, damai, dan kondusif.
“Hari ini kita membuktikan bahwa persaudaraan jauh lebih besar daripada perbedaan. Semangat Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Reformasi harus menjadi pengingat bahwa bangsa ini dibangun oleh kebersamaan, bukan oleh satu golongan saja,” ujar Yusuf Malaya.
Ia mengingatkan agar ego sektoral tidak sampai memutus silaturahmi dan merusak persaudaraan di tengah masyarakat.
“PMPB hadir bukan untuk menjadi organisasi terbesar, tetapi menjadi jembatan persaudaraan, tempat untuk saling merangkul, membantu, dan menjaga satu sama lain,” tambahnya.
Yusuf juga mengajak seluruh ormas di Sumsel untuk menjadi kekuatan pemersatu yang mampu memberi contoh positif bagi masyarakat dan generasi muda.
“Mari kita tunjukkan bahwa ormas di Sumsel adalah kekuatan pemersatu, bukan pemecah. Kita ingin Sumsel tetap aman, masyarakat hidup damai, dan generasi muda melihat teladan yang baik dari kita semua,” pungkasnya.(Epen Permata)












