Opini  

Terpaan Media Tiktok dalam Proses Penjualan Buku Overthinking dengan Metode Story Telling 

Anisa Setiana (Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma Palembang)

Perkembangan media saat ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya membeli produk semata, namun adanya pengalaman yang diciptakan dan juga emosi yang muncul saat menggunakan produk suatu merek.

Salah satu metode yang bisa digunakan untuk menciptakan emosi yang muncul saat menggunakan suatu produk adalah strory telling. (Rusito, 2021) sehingga dapat diasumsikan penelitian ini membahas tentang Terpaan Media Tiktok dalam Proses Penjualan Buku Overthinking dengan Metode Story Telling. Yang mengidentifikasi permasalahan tentang literasi baca, sulitnya penjualan buku diera digital, minimnya kreatifitas penjualan buku di media sosial TikTok.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, sumber data primer dari buku overthinking yang dipublikasikan atau yang dipasarkan dari Tiktok @alvisyhrm era kehidupan sehari-hari yaitu overthinking. dengan teknik pengumpulan data melalui dokumenter dan data online melalui akun Tiktok @alvisyahrin.

Teori yang digunakan oleh peneliti yaitu Integrated Marketing Communication (IMC). Hasil penelitian menjelaskan bahwa penggunaan media tiktok dalam pemasaran digital dan penerapan story telling pada konten unggahan mampu membuat peluang besar dalam penjualan sebuah produk.

Kreativitas konten unggahan dapat menjadi pembeda dengan merek dari pesaing dan menarik perhatian kelompok sasaran.

Penulis buku overthinking Alvi Syahrin dapat menciptakan momentum penjualan yang tinggi melalui konten video tentang buku overthinking dengan metode story telling yang diunggah pada akun tiktok dengan username @alvisyhrn.