GoSumsel – Upaya peningkatan layanan air bersih di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, memasuki babak baru. Perusahaan investasi asal Jakarta, PT MJI, resmi menyatakan komitmennya untuk menanamkan modal sebesar Rp500 miliar dalam proyek pembangunan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) di wilayah tersebut.
Kerja sama investasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT MJI dan Perumda Tirta Betuah Banyuasin pada April 2026 lalu. Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu pengembangan layanan air bersih terbesar di Banyuasin.
Direktur Utama Perumda Tirta Betuah Banyuasin, Hendra Gunawan, mengatakan SPAM yang direncanakan memiliki kapasitas produksi hingga 775 liter per detik. Kapasitas besar tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di berbagai wilayah Banyuasin.
Menurut Hendra, pembangunan SPAM merupakan langkah strategis untuk memperluas cakupan pelayanan air bersih yang selama ini masih belum merata di sejumlah daerah.
“Setelah melalui pembahasan bersama, pihak investor menyatakan siap mendukung penuh pembangunan SPAM ini,” ujarnya, Jum’at (22/5/2026).
Dana investasi senilai Rp500 miliar tersebut akan digunakan untuk membangun instalasi pengolahan air minum beserta jaringan distribusi pendukung lainnya. Saat ini proyek masih berada pada tahap perencanaan teknis sebelum memasuki proses pembangunan fisik.
Jika berjalan sesuai jadwal, pembangunan akan dimulai pada awal 2027 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun yang sama.
Hendra optimistis proyek ini akan membawa dampak besar bagi masyarakat. Selain meningkatkan kapasitas produksi air bersih, SPAM baru tersebut diperkirakan mampu menambah lebih dari 56 ribu sambungan rumah baru.
Dengan hadirnya proyek ini, akses air bersih di Banyuasin diharapkan menjadi lebih luas, merata, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara keseluruhan.(yns)












