GoSumsel – Kepolisian Resor Musi Banyuasin menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi 2026 sebagai langkah kesiapan pengamanan arus mudik serta perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Sebanyak 223 personel gabungan disiagakan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama periode Lebaran.
Apel tersebut berlangsung di halaman Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate dan dipimpin langsung oleh Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet. Kegiatan ini menjadi bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana, serta prasarana guna mendukung kelancaran arus mudik masyarakat.
Kapolres Musi Banyuasin yaitu AKBP Ruri Prastowo, menjelaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, apel gelar pasukan menjadi simbol kesiapan seluruh unsur yang terlibat sekaligus menunjukkan komitmen serta sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.
“Melalui kegiatan ini kita memastikan seluruh personel siap bertugas sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujarnya.
Operasi pengamanan Lebaran tersebut akan berlangsung selama 13 hari, dimulai pada 13 hingga 25 Maret 2026.
Dari total 223 personel yang dilibatkan, sebanyak 121 personel berasal dari Polri, sementara 102 lainnya merupakan personel gabungan dari berbagai instansi seperti TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, BPBD, Senkom, dan Pramuka.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Selain melakukan pengamanan jalur mudik, aparat juga akan memprioritaskan pengamanan di sejumlah lokasi vital, seperti masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, objek wisata, hingga terminal di wilayah Musi Banyuasin.
Polri juga mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama masa Lebaran, mulai dari kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar, hingga kemungkinan konflik antar kelompok.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, patroli rutin akan ditingkatkan terutama di titik dan waktu yang dianggap rawan. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan rumah kosong yang ditinggalkan selama mudik serta memanfaatkan layanan penitipan kendaraan di kantor polisi.
Pengamanan mudik di Musi Banyuasin akan difokuskan pada lima pos pengamanan dan pelayanan, yakni Pos Pam Sekayu, Pos Yan Lais, Pos Yan Babat Supat, Pos Yan Sungai Lilin, serta Pos Pam Bayung Lencir.
Kapolres berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjaga sinergitas antar instansi demi menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama perayaan Idul Fitri.
Selain itu, Polres Musi Banyuasin bersama jajaran Polsek juga membuka layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang hendak mudik. Warga yang ingin memanfaatkan layanan tersebut cukup membawa KTP serta surat-surat kendaraan saat menitipkan kendaraan di kantor polisi terdekat.(yns)












