Ini Kata Kadinkes Fenty Terkait Situasi Cacar Monyet di Palembang

GoSumsel – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan bahwa ada 16.836 kasus cacar monyet yang telah dikonfirmasi secara global. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah virus cacar monyet sebagai darurat kesehatan global, karena meningkatnya kasus monkeypox tersebut.

Untuk wilayah Kota Palembang, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang Fenty Aprian menegaskan bila sejauh ini, belum terdeteksi penyakit tersebut masuk ke kota empek – empek ini.

“Belum ada penularan Cacar Monyet di Kota Palembang,”terangnya ketika dihubungi melalui sambungan seluler, Senin (25/7).

Beskipun belum ada, pihaknya terus melakukan sistem kewaspadaan, bila ada penemuan kita akan lapor, dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Dikutip dari laman Kemenkes, penyakit cacar monyet pertama kali ditemukan pada 1958. Kasus temuan cacar monyet itu berada di Denmark, ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga dinamakan ‘monkeypox.

Cara penularan cacar monyet melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yang terinfeksi, dan mengonsumsi daging hewan liar terkontaminasi.

Sedangkan penularan yang terjadi antar manusia melalui kontak dengan sekresi pernapasan, lesi kulit dari orang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi.

Masuknya virus cacar monyet dapat melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan, atau selaput lendir mata, hidung, atau mulut. (gS1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *