Menanti Sikap BI Atas Rupiah yang Kian Melemah Terhadap Dolar AS

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar (foto : ist)

GoSumsel — Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 19 Mei 2026. Pelemahan ini dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia dalam agenda Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg per pukul 09.06 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp17.684 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 17 poin atau sekitar 0,10 persen dibandingkan penutupan perdagangan Senin, 18 Mei 2026, yang berada di level Rp17.667 per dolar AS.
Pengamat mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah terjadi meskipun indeks dolar AS justru bergerak menurun.

Menurutnya, pelaku pasar masih dibayangi spekulasi terkait peluang Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

“Ada ekspektasi BI akan menaikkan suku bunga besok,” ujar Lukman di Jakarta.

Secara fundamental, rupiah sebenarnya memiliki peluang untuk menguat seiring meredanya kekhawatiran pasar global setelah Presiden Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran. Kondisi geopolitik yang lebih kondusif sempat memunculkan sentimen risk-on di pasar keuangan global.

Meski demikian, penguatan rupiah diperkirakan belum akan berlangsung signifikan. Sentimen domestik yang masih rapuh serta sikap wait and see investor menjelang keputusan RDG Bank Indonesia membuat pasar cenderung bergerak defensif.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan berada di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.

Ia menambahkan, kenaikan suku bunga acuan memang berpotensi menjaga stabilitas rupiah dalam jangka pendek. Namun, kebijakan moneter yang lebih ketat juga dinilai dapat memberi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka menengah dan panjang.

“Untuk menopang rupiah mungkin efektif dalam jangka pendek, tetapi kurang ideal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” tegasnya.(gS4)