Peringatan Hari Kartini 2026, Warga Binaan Diberi Pembinaan Mental, Ini Penjelasan Kalapas

Kalapas Perempuan Palembang berikan piagam penghargaan kepada para peserta (foto : yns)

GoSumsel – Suasana haru dan penuh makna terasa di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Palembang saat ratusan warga binaan mengikuti kegiatan pembinaan kepribadian yang berfokus pada kekuatan mental dan psikologis. Mengusung tema tentang arti bertahan sebagai seorang ibu, program ini menjadi ruang refleksi sekaligus penyemangat bagi para perempuan untuk tetap tegar menjalani masa pembinaan.

Kepala LPP Kelas II A Palembang, Desi Andriyani, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk membangkitkan kembali semangat juang para warga binaan, khususnya dalam menjaga ikatan emosional dengan keluarga meski terpisah oleh jarak dan keadaan. Momen ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 2026, yang identik dengan semangat perempuan tangguh dan mandiri.

Ia menegaskan bahwa kehidupan di balik jeruji bukanlah akhir dari segalanya. Justru, masa ini harus dimanfaatkan sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik bersama keluarga. Menurutnya, peran seorang ibu sangat vital sebagai penopang utama bagi anak-anaknya, sehingga semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik merupakan bentuk cinta dan pengabdian yang nyata.

Melalui kegiatan ini, LPP Palembang berharap para warga binaan tidak hanya menjalani hukuman secara administratif, tetapi juga mengalami perubahan batin yang mendalam. Pemahaman tentang arti bertahan diharapkan mampu menjadi landasan kuat agar mereka tidak mengulangi kesalahan di masa lalu dan kembali ke masyarakat sebagai sosok ibu yang membanggakan.

Selain sesi pembinaan, kegiatan juga diisi dengan berbagai agenda yang mempererat hubungan keluarga, seperti peragaan busana ibu dan anak, tarian bersama, serta beragam lomba hiburan. Sekitar 200 anggota keluarga, termasuk anak-anak, diberi kesempatan hadir langsung untuk bertemu dengan para ibu mereka, menciptakan momen kebersamaan yang penuh kehangatan dan harapan.

Dengan semangat Kartini yang terus menyala, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa ketangguhan seorang perempuan, terutama seorang ibu, tidak pernah pudar meski dalam kondisi sulit. Di balik keterbatasan, selalu ada ruang untuk tumbuh, berubah, dan kembali menjadi cahaya bagi keluarga.(yns)