Herman Deru Optimistis Sumsel Naik ke Peringkat 2 Nasional Produksi Beras

Herman Deru saat mencanangkan Gerakan Tanam Menyongsong El Nino dan Peningkatan Produksi secara serentak virtual di 17 kabupaten/kota se-Sumsel dari Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing OKI (foto : gS2)

GoSumsel – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, optimistis Sumatera Selatan mampu naik ke peringkat dua besar nasional produksi Gabah Kering Giling (GKG) dengan target produksi mencapai 5 juta ton.

Optimisme tersebut disampaikan Herman Deru saat mencanangkan Gerakan Tanam Menyongsong El Nino dan Peningkatan Produksi secara serentak virtual di 17 kabupaten/kota se-Sumsel dari Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (19/5/2026).

Pencanangan ditandai dengan penanaman padi varietas Ciliwung di lokasi Cetak Sawah Rakyat Desa Cahya Bumi.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengatakan target tersebut realistis mengingat luas baku sawah Sumsel terus mengalami peningkatan dari 514 ribu hektare menjadi 579 ribu hektare.

“Dengan kedisiplinan petani dan peningkatan luas baku sawah yang terus bertambah, saya optimistis produksi beras Sumsel bisa mencapai 5 juta ton dan masuk dua besar nasional,” ujarnya.

Produksi padi Sumsel pada 2025 tercatat mencapai 3,63 juta ton GKG atau meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 2,91 juta ton GKG.

Menurut Herman Deru, peningkatan produksi tersebut harus terus didorong melalui peningkatan indeks tanam dan kedisiplinan petani dalam menerapkan arahan penyuluh pertanian.

“Ini bukan angka mengada-ada, tetapi realistis. Kalau kita bisa meningkatkan indeks tanam dua kali saja, minimal kita bisa naik peringkat dua besar produksi nasional,” katanya.

Ia menyebut Kabupaten OKI sebagai salah satu lumbung pangan utama Sumsel yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan produksi beras daerah. Saat ini, OKI menjadi penyumbang produksi terbesar ketiga di Sumsel.

“Hari ini semangat kita sekalian agar OKI sebagai penyumbang produksi ketiga bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

Herman Deru juga menegaskan pentingnya menjaga semangat dan komitmen bersama antara pemerintah daerah, petani, penyuluh pertanian, hingga kepala daerah.

“Ini sangat mungkin terjadi, asal komitmen kita dari hari ini tidak berubah dan spirit itu terus terjaga,” tambahnya.

Ia menilai dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terhadap sektor pertanian sudah sangat konkret, mulai dari jaminan harga gabah Rp6.500 per kilogram, dukungan irigasi, pupuk, pengairan, hingga bantuan bibit dan program cetak sawah baru.

“Tidak ada alasan produktivitas kita tidak tinggi. Semua sudah disupport,” tegasnya.

Herman Deru bahkan mencontohkan produktivitas pertanian di Jawa Timur yang mampu mencapai 9 ton per hektare karena tingginya disiplin petani dalam menjalankan pola tanam dan arahan penyuluh.

Selain meningkatkan produksi, Pemprov Sumsel juga melakukan langkah antisipatif menghadapi El Nino yang diprediksi BMKG membawa musim kemarau panjang mulai akhir Juni hingga September 2025.

Fenomena tersebut diperkirakan berdampak pada kekeringan, menurunnya debit air irigasi, hingga risiko gagal panen.

Untuk itu, Pemprov Sumsel mendorong optimalisasi lahan rawa pasang surut dan rawa lebak sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan TNI AD siap mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengawalan program cetak sawah dan optimalisasi lahan pertanian.

“Kami akan terus mengawal pertanaman di lokasi cetak sawah maupun optimalisasi lahan serta lahan reguler,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan dua ton pupuk subsidi dan benih padi untuk lokasi cetak sawah seluas 400 hektare serta dialog bersama para kepala daerah se-Sumsel.(gS2)