Muba  

Ini Cara Warga di Muba Bahu-membahu Bantu Pemerintah Cegah Penyebaran Covid-19

Pemberian bantuan untuk warga yang menjalani isolasi mandiri

GoSumsel – Diketahui, hingga 8 Juli 2021 ada sebanyak 1852 kasus Covid-19 di Muba diantaranya 1613 kasus sembuh, 150 masih dirawat, dan 89 kasus meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Muba 8 Juli 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan.

Mengingat fasilitas yang terbatas, layanan kesehatan di rumah sakit kini difokuskan untuk perawatan pasien Covid-19 dengan gejala berat dan sedang. Sementara banyak pasien Covid-19 lainnya, yang mengalami gejala ringan ataupun tanpa gejala diarahkan menjalani isolasi.

Proses isolasi mandiri ( isoman) dilakukan di fasilitas milik pemerintah, tak menutup kemungkinan di rumah masing-masing pasien yang sedang positif Covid-19.

Di Musi Banyuasin, isoman bahkan sudah muncul dari kesadaran warga desa. Ketika Kemenkes merilis platform telemedicine untuk pasien covid19 pada Rabu, 6 Juli 2021, di sejumlah desa di Bayung Lencir sudah menerapkan Baylen Ligat (Gerakan Bayung Lencir Peduli Warga Terdekat). Yakni sebuah kearifan lokal yang subur di warga sekitar untuk membantu kelangsungan hidup pasien isoman dengan suplai makan.

Camat Bayung Lencir, M Imron MSi bersama Forkopimcam ikut mendukung dengan melibatkan pihak swasta untuk menopang Baylen Ligat bagi warga isoman ini.

“Ini gerakan warga untuk membantu warga sekitar. Sekaligus bukti kepekaan dan kepedulian sosial masyarakat Muba, khususnya Bayung Lencir terus tumbuh seiring pageblug covid19. Modal sosial ini yang kita support. Sebagai wakil pemerintah kita sarankan para kepala desa untuk memperkuat gerakan warga secara administratif. Lalu desa melakukan musyawarah desa (Musdes) ,” terang Imron, Jumat, (8/7).

Salah satu desa akhirnya menyelesaikan musdes yakni Desa Suka Jaya, Kamis kemarin.

“Praktis, Ligat dan gerak cepat. Hasil rapat, pertama adanya tempat memasak yang dipusatkan di rumah RT setempat. Kedua, secara bergiliran dalam sehari 2 kepala keluarga bertanggung jawab memasak bagi pasien isoman. Ketiga, pengantaran makanan dilakukan oleh RT , Pemdes dan nakes sekaligus mengecek kondisi kesehatan warga isoman. Terakhir, warga secara swadaya memberikan bahan mentah bagi yang mampu. Warga yang tak mampu berpartisipasi ikut memasak di rumah RT,” beber dia.

Sebelumnya, Kamis, Bupati Muba DR H Dodi Reza Alex Noerdin telah mempopulerkan isoman care bertajuk Gerakan Muba Peduli Warga Terdekat (MUBA LiGaT) yang secara Ligat yang dalam bahasa Sekayu berarti lincah ini diyakini ampuh menopang pasien isoman.

Gerakan Ligat isoman care ini, sekaligus menepis kegundahan masyarakat yang terdampak virus Covid-19 yang seolah dikucilkan, dan tidak diperhatikan oleh masyarakat disekitarnya.

“Gerakan Muba Peduli Warga Terdekat (MUBA LiGaT) ini adalah treatment untuk menciptakan rasa kepedulian dan partisipasi masyarakat yang tedampak virus Covid-19. Harapannya, warga yang terdampak virus Covid-19 ini merasa tidak sendiri dalam menghadapi musibah yang dihadapi. Baik mereka yg menjalani isoman, suspect Covid-19 atau pasca perawatan di rumah sakit. Karena mereka harus menjalani isoman di rumah selama 14 hari. Tetangga sekitar bergantian mengantarkan masakan pagi siang dan malam yg diawali dengan musyawarah tingkat RT. Pemerintah , ormas dan masyarakat hadir dengan memberikan sembako ke rumah yang ditunjuk, secara swadaya memberikan makanan sesuai hasil musyawarah,” rincinya.

Menurut Kadinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah, MARS proses pengantaran makananpun dilakukan oleh tetangga dikawal oleh pemerintah setempat, tenaga kesehatan, babinsa dan babinkamtibmas.

Menurutnya upaya ini sinergi dengan gerakan Kapolda Sumsel ‘serbu kampung Covid’. Azmi menyebutkan Bayung Lencir selama ini sudah melakukan upaya ini. Dirinya mendorong agar kepekaan sosial yang tumbuh mandiri di masyarakat dibuat masif serta dalam bentuk program atau gerakan.

“Seluruh stakeholder mendukung. Alhamdulillah dalam waktu 1 minggu Kecamatan Bayung Lencir mampu mensikapi, status zona kuning ini diharapkan membaik hingga hijau. Untuk Bayung Lencir dan semua wilayah lain,” kata Azmi.

Pantauan di Suka Jaya, Jumat siang tampak Camat Bayung Lencir dan Forkopimcam mengawal giat Ligat Isoman Care yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Pada Baylen Ligat ini kami membantu meringankan beban warga yang menjalani isolasi mandiri, mendukung kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri,”terang Imron

“Sebagai pamong, kami terus mendorong swadaya masyarakat, sekaligus menyediakan bantuan pemerintah dan pihak lain. Masyarakat kita terbukti kuat, peduli dan mau terlibat
Mereka mulai sadar tidak menjauhi dan mengucilkan warga yang terdampak Covid-19. Ini yang selalu kita dorong bersama,”tandasnya.(gS/ba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *